Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Duh, Produsen Kerupuk Singkong Pakai Pewarna Tekstil!


Indonesia kaya akan keanekaragaman pangan dan kuliner. Berbagai bahan baku bisa diolah menjadi beberapa kreasi masakan atau camilan lezat menggugah selera. Sebagai salah satu tanaman asli Indonesia, Singkong bisa dikreasikan menjadi banyak bentuk olahan seperti getuk, singkong goreng, keripik singkong dan kerupuk singkong. Kerupuk Singkong disukai karena rasanya yang renyah dan gurih. Warna khas dari kerupuk singkong adalah kuning kecoklatan sesudah digoreng.
Namun sayang masih banyak makanan berbahaya yang beredar di Indonesia. Ternyata kerupuk singkong favorit kita pun tak luput dari bahaya pewarna makanan berbahaya. Adonan kerupuk singkong dicampur dengan pewarna tekstil kini sedang marak keberadaannya. Pewarna tekstil ini mengandung rhodamine-B yang bisa menyebabkan kanker.
Pewarna yang boleh digunakan hanyalah pewarna makanan yang sudah mendapatkan izin dari BPOM dan teruji kualitasnya. Sedih, demi meraup keuntungan para pedagang tega mencampurkan pewarna berbahaya ke dalam kerupuk singkong jualannya. "Pernah kami menjual kerupuk yang pakai pewarna makanan. Malah dikembalikan lagi. Kami jadi kapok," ujar salah seorang perajin kerupuk di Desa Senon Kecamatan Kemangkon, Dharmo Witanom.
Pewarna tekstil memberikan warna yang lebih mencolok dan menggoda dibandingkan pewarna makanan. Selain itu, pewarna makanan harganya jauh lebih mahal daripada pewarna tekstil. Satu kilogram pewarna tekstil harganya 55.000 rupiah sedangkan pewarna makanan yang aman harganya bisa dua kali lipat. Harga inilah yang kemudian membuat para produsen kerupuk singkong 'tega' mencampurkan zat berbahaya dalam kerupuk singkong produksinya.
Makanan berbahaya seperti ini sudah saatnya diberantas baik oleh BPOM ataupun pihak kepolisian. Kesehatan tidak akan bisa terbeli dengan apapun dan kanker adalah salah satu penyakit berbahaya yang sulit untuk disembuhkan. Petugas farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah, Yuni Dwi mengatakan beberapa waktu lalu mendapat temuan adanya penggunaan pewarna tekstil untuk pembuatan kerupuk singkong.
Yuni mengatakan bahwa pihaknya kini berusaha keras untuk menumpas aneka makanan yang berbahaya bagi kesehatan seperti kerupuk singkong yang dicampur dengan pewarna tekstil ini. Selain itu, edukasi kepada masyarakat agar bisa membedakan mana makanan yang berbahaya dan mana yang layak dikonsumsi juga terus gencar dilaksanakan. Ladies, yuk hati-hati dengan segala macam makanan atau minuman yang kita beli. Tetap rajin mencari tahu agar tidak mengonsumsi makanan berbahaya ya!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar